Selama hampir dua mingguan ini aku emang sempet menghilang dari peredaran (eh, ga ada yang nanya yah?!) :p
Untuk apa? Untuk bertapa
Buat apa? Buat mempelajari sesuatu yang susahnya amit-amit, yaitu menenangkan hati *ceilah*
Sudah berhasil? BELOM! -_-"
Anyway, aku sempet membuka-buka tulisan lamaku yang tersimpan di si merah. Ada beberapa tulisan yang aku buat untuk proyek-proyek tertentu, nah salah satunya adalah proyek nulis bareng yang diadain sama Nulis Buku. Aku sebenernya pernah ikut dua kali proyek nulis barengnya, salah satunya adalah nulis bareng untuk project 'Surat Terakhir Untuk Penghuni Mars'. Apa itu? Itu adalah kumpulan tulisan/surat yang dibuat, trus dikumpulin jadi satu, trus ntar diterbitin jadi buku deh :D. Doain aja moga bukunya cepet kelar deh yah. Dan sembari nulis ini, aku juga sambil dengerin lagu yang khusus dibuat oleh koordinator proyeknya yang bernama Naluri, judulnya 'Karena Kita Terlalu Fiksi'.
Lagunya ngena banget dah! Dan karena itulah, kok yah rasanya aku pengen nulis sebuah surat lagi untuk 'penghuni mars'ku. So, here it is: (btw, bakal lumayan panjang, jadi kalo mo baca silahkan siapin cemilan :p)
Dear kamu…
Apa kabarnya kamu hari ini? Sudah berapa lama yah kita tidak mengobrol? Sudah berapa lama kita tidak tertawa bersama? Sudah berapa lama kita tidak menangis bersama?
Mungkin sekarang aku bukanlah orang yang akan selalu tertawa dan menangis bersamamu. Kamu akan tertawa bersama teman-temanmu, dan mungkin akan menangis seorang diri? Jika kamu sedang tertawa mungkin kamu tidak perlu mengingatku, tetapi jika kamu sedang menangis ingatlah genggaman tanganku yang kan selalu menguatkanmu. Aku selalu ada, setidaknya hatiku selalu ada bersamamu.
Apa kamu tahu, belakangan ini aku seperti sedang sesak nafas. Aku berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk dapat bertahan. Aku pikir dengan begitu aku akan dapat bertahan, tetapi ternyata udara saja tidak cukup mengobati rasa sesakku.
Apa kamu tahu, terlalu banyak hal yang aku lakukan belakangan ini. Hmm.. sebenarnya sih tidak terlalu banyak, hanya saja aku ‘memaksakan’ untuk melakukan banyak hal. Aku pikir dengan begitu setidaknya otakku akan beralih memikirkan hal-hal yang lain. Tetapi ternyata aku salah! Dalam berbagai kesibukan ternyata otakku tetap bersikeras untuk menyisipkanmu ke dalam pikiranku.
Apa kamu tahu, belakangan ini aku semakin menyadari bahwa aku tidak bisa. Aku tidak bisa untuk tidak mencintaimu. Aku sadar bahwa aku sangat membutuhkanmu. Hanya saja, pada titik ini pun aku juga menyadari bahwa aku berada pada posisi ‘menginginkan’ tetapi ‘tidak diinginkan’, ‘membutuhkan’ tetapi ‘tidak dibutuhkan’, ‘merindukan’ tetapi ‘tidak dirindukan’. T_T
Mungkin aku salah. Mungkin aku bukanlah bintang seperti yang selama ini aku kira. Mungkin aku hanyalah sebuah lilin kecil yang sinarnya dapat kamu padamkan kapan saja jika kamu tidak membutuhkannya. Seharusnya dari dulu aku tahu diri, aku tidaklah seindah bintang. Aku hanya lilin kecil, sebuah lilin kecil di mana orang lain terang dan aku pun hancur. Dan sekarang, lilin kecil ini pun harus padam.
Seseorang pernah bilang kepadaku, bahwa sangat baik jika kita bisa memperhatikan dan menjaga perasaan orang lain. Tetapi kita juga tidak boleh lupa untuk menyayangi hati kita sendiri. Kalimat itu cukup bisa menampar diriku, dan karena itulah lilin kecil ini harus padam. Lilin kecil ini sangat ingin menerangimu, hanya saja apalah gunanya sinarku jika dibandingkan bintang-bintang yang lain, apalagi jika dibandingkan dengan sinar sang surya. Jadi pilihannya hanyalah dua, lilin kecil ini harus padam atau lilin kecil ini hancur. Dua pilihan yang sangat tidak menyenangkan.
Sebenarnya sampai sekarang aku masih bertanya-tanya, kemana perginya perahu kertas yang kualirkan tuk menuju lautanmu? Apakah belum sampai di tempatmu? Ataukah memang tidak akan pernah sampai? Jika memang demikian, berarti pesanku pun juga tidak akan pernah tersampaikan kepadamu :’( padahal perahu kertas itu tidak hanya membawa pesan, tetapi juga kuharapkan dapat membawamu kepadaku.
Aku pun hampir setiap hari masih menunggu pak pos untuk datang membawa sesuatu darimu, walaupun aku tahu mungkin yang kutunggu tidak akan pernah datang. Menunggu, itu yang aku lakukan sampai saat ini. Dan aku mempunyai harapan terakhir kepada sang angin. Semoga angin dapat menuntun perahu kertasku tuk menuju tempatmu, atau setidaknya semoga angin dapat membawa pesan rinduku ke telingamu.
Dear kamu…
Saat aku mengetikkan ini mungkin di sana sudah lewat tengah malam. Kamu sedang apa? Sedang tidurkah? Semoga sang malam memelukmu hangat, bintang menghiasi mimpimu, dan rembulan menjaga tidurmu.
***
“sometimes we have to say goodbye not because I don’t care anymore, but because I already loved to much”
“we may not be the best of what we are. We may not talk often. You may cry without me knowing. But I just want you to know that no matter how difficult things can be, in the long run, you still have me”
“karena kita terlalu fiksi, tak pernah jadi eksistensi. Kita berada di zona berbeda, tak mungkin jadi realita. Kita saling menyapa dalam dunia yang tak pernah ada” Karena kita terlalu fiksi – Naluri & Andry Bem






7 komentar on "Surat Terakhir Untuk Penghuni Mars"
welkambek yol! :)
:c:
hehehehehe.............tuisannya bagus, meski agak panjang!!!!
emang kenapa yo harus "menenangkan hati"?!?!?
bacanya ga sambil makan camilan kok, sambil minum kopi doank. :D> btw, sukses deh buat buku barunya,ditunggu klo dah jadi kabarkan di blog :D he3
wew, sini lilinnya biar aku yang jagain, hehe..
welcome back...
welcome back untuk diriku juga ding..hhe..
panjang banget suratnya. buat siapa ya :n:
yollliizz...ayo nulis lagi..
missyuuuu darliingggg...
aahhh baca tulisannya,seperti merasakan hal yang sama hikz hikz
assalamualaikum...
saya juga udah mulai kembali nge-blog..
apa kabar yollizzz..
salam
Poskan Komentar
makasih udah mampir,, baca dan bersedia untuk berkomentar,, tengkyu.. tengkyu... :)
kalo mau make emoticonnya tinggal diketik aja kodenya,, okeh.. tengkyu sekali lagi ^^
Poskan Komentar
makasih udah mampir,, baca dan bersedia untuk berkomentar,, tengkyu.. tengkyu... :)
kalo mau make emoticonnya tinggal diketik aja kodenya,, okeh.. tengkyu sekali lagi ^^