Desember 31, 2010

Sebuah Dialog

Diposkan oleh Yolizz di 00:05
Dia berbaring di sana, di atas tempat tidur kecil yang selalu menghadirkan kenyamanan baginya... Matanya tak kunjung terpejam... Hampir jam 12 malam... Ia pun mendesah, merasa amat lelah tapi mata lagi-lagi tidak bersahabat...

Matanya tetap setia menatap langit-langit kamar yang gelap... Dulu ia berpikir untuk membeli hiasan bintang yang bisa ditempel di langit-langit kamarnya, jika saja sekarang ia telah memiliki bintang itu, mungkin sekarang ia bisa memandangi bintang di langit-langit kamarnya...

Malam makin beranjak larut... Tetapi matanya sama sekali tidak merasa lelah... Tanpa disadarinya, bulir-bulir air pun keluar dari kelopak matanya.... Ah.. dia menangis lagi... Apa dia tidak lelah terus-menerus menangis?

Ingin sekali rasanya memarahi perempuan satu itu, ingin berteriak "Jangan menangis!" kepadanya tetapi selalu saja dihalangi oleh seteruku, si Hati...

Hati: "Dia hanya sedang sakit, jangan memarahinya lagi"
Logika: "Dia terlalu cengeng!"
Hati: "Apa salahnya melampiaskan rasa sakit melalui air mata?"
Logika: "Nanti juga dia akan sembuh, dia cuma butuh waktu"
Hati: "Waktu tidak akan pernah menyembuhkan apapun, waktu hanya akan membuat seseorang menjadi 'terbiasa' akan rasa sakit itu"
Logika: "Hhh... dasar perempuan! bisanya hanya menangisi yang telah terjadi, BODOH!"
Hati: "Perempuan menangis bukan karena dia bodoh, hanya saja terkadang perempuan lelah untuk terus-menerus berpura-pura menjadi kuat"
Logika: "Tapi apa ada gunanya?"
Hati: "Setidaknya biarkan dia menangis saat ia seorang diri, karena dia terlalu lelah untuk terus-menerus memasang senyum palsu di depan orang lain..."
Logika: "Tetapi kenapa dia menangis?"
Hati: "Dia hanya sedang rindu.. percayakah kamu? dia hanya terlalu rindu, menurut logika apakah itu masuk akal?"
Logika: "Rindu... terlalu rindu... ya, dalam cinta semuanya bisa masuk akal"
Hati: "Sepertinya untuk kali ini kita menemui kesepakatan" :)

***

Menghapus air mata, berusaha mengatur nafas... Dia masih belum terpejam, dan ia seakan dapat mendengar sebuah dialog di dalam kepalanya.. Sebuah dialog yang membicarakan tentang hati seorang perempuan... Dan perempuan itu adalah aku...

6 komentar on "Sebuah Dialog"

Itik Bali on 31 Desember 2010 01:44 mengatakan...

Menangis itu ngga apa2 kok
aku juga sering nangis, sehari malah lebih 2 kali
kek makan dan minum obat aja..

J O N K on 31 Desember 2010 15:41 mengatakan...

pada akhirnya obat yang paling mujarab untuk semua masalah adalah waktu.

semoga cepet terobati rindunya :) dan jangan begadang terus (ngeliatin postingan jam 00.00)

the others.... on 1 Januari 2011 22:02 mengatakan...

Ingin peluk Yolizz...

chikal on 16 Januari 2011 02:50 mengatakan...

mampir aahhhh...
dah lama ga ngopi di rumah ini heheheee

alvian putra on 24 Februari 2011 21:44 mengatakan...

mbk yolis,,
cengeng ya,,
hehehe
salam kenal mbk,
kalo boleh kita tuker link yuuk,,
makasih sebelumnya,,
sukses selalu mbk,,
(ym nya uda aku add lo..)

septirani on 2 Maret 2011 15:43 mengatakan...

:g: wiiihh yolis,,,aneh yah,,keren log jarang2 perempuan bisa berbicara,,antara hati dan logika bisa sepakat...aku aja gak bisa..pasti lebih memilih hati dibanding logika :D

Poskan Komentar

makasih udah mampir,, baca dan bersedia untuk berkomentar,, tengkyu.. tengkyu... :)

kalo mau make emoticonnya tinggal diketik aja kodenya,, okeh.. tengkyu sekali lagi ^^

 

Coretan Kehidupanku... Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal