Desember 28, 2009

Hanya sebuah Coretan

Diposkan oleh YolizZ di 19:48 24 komentar Link ke posting ini

Entah kenapa rintik hujan selalu mengingatkanku akan dirimu. Mungkin karena setelah hujan berlalu aku tahu dan yakin bahwa kamu, sang mentari, sang bulan, sang bintang pasti akan kembali menampakkan wujudnya, dan bahkan jika aku mampu bertahan, kamu yang juga sang pelangi akan membawa warna-warni dalam hidupku.

Entah kenapa aku bisa jatuh. Aku tahu jalan di depan penuh dengan lubang, tapi aku terus tetap berjalan tanpa peduli jika nanti aku terjatuh. Mungkin karena ada kamu, sepasang tangan yang siap untuk memegangiku agar tidak terjatuh, sepasang kaki yang siap untuk membantuku melangkah, dan sepasang mata yang siap mengawasi langkahku.

Apakah kamu ingat?! Tentang cerita-cerita yang kita bagi, tentang bulan, tentang bintang, tentang ‘beda’mu, tentang ‘beda’ku, tentang tangismu, tentang tangisku, tentang senyummu dan senyumku.

Apakah kamu melihatnya?! Melihat mentari yang sama, melihat awan yang sama, menengadah ke langit yang sama. Dan ketika tetes-tetes air mulai terjatuh, aku, kamu, kita... Tetaplah berdiri di sana, jangan pernah gentar karna mentari pasti kan bersinar lagi, karna Dia akan menghadiahkan pelangi bagi kita yang mampu bertahan. Tetap di sana sayang, tetap melihat ke langit itu.

Apakah kamu merasakannya?! Ketika waktu tak dapat lagi berkompromi, ketika jarak semakin terlihat nyata, ketika butiran bening mengalir hanya karena rasa sesak, ketika air mata langsung surut dan senyuman mengembang hanya karena sebuah suara. Apa kamu merasakannya?! Merasakan rindu itu.... Rindu tuk berada di sisimu, hanya tuk sekedar menemani memberikan penawar rasa lelah bagi harimu.

Dan bila suatu saat kamu harus melanjutkan langkahmu seorang diri, tanpa aku... Maka jangan paksa aku tuk lekas melupakanmu, ijinkan aku menyimpan semuanya, setidaknya untuk diriku sendiri... Menyimpan semuanya entah sampai berapa lama....

"Tentang hujan, tentang awan mendung, dan benda-benda langit yang bersembunyi malu dibaliknya. Tentang sebuah hati..."


p.s:
Ini tulisan kok kesannya kayak mellow banget yah?! Padahal ga lagi mellow banget-banget lho,, mungkin ini gara-gara hujan sepanjang hari kali yah,, jadinya buat aku ngantuk trus ngetik sambil ngelindur deehh,, hehe... *alibi* :p
Masa bodolah,, yang pasti aku ketimpuk award lagi neh,, kali ini dari Kang Sugeng.


tengkyuuu banget yah kang buat awardnya,, dan award ini aku kasih buat Cloud, andik, mas Rangga, dan Henny yang baru balik lagi. Dijemput yaahh awardnya,, thanks before :wave:



gambar dari sini
Lanjut yuukk..

Desember 19, 2009

Ultah dan Hadiah Award

Diposkan oleh YolizZ di 21:54 69 komentar Link ke posting ini

Aku suka dia. Aku suka senyumannya, aku suka tawa cerianya, aku suka suara berisiknya, aku suka semuanya... Aku suka, dan aku sayang dia... Dia, sepupu kecilku yang hari ini genap berusia 4 tahun.. Selamat ulang tahun aku ucapkan buat adik kecilku Khairunissa Desti Arzety, semoga Nti bisa tumbuh menjadi gadis yang sholehah, cerdas, sehat, dan jadi gadis yang manis pastinya. Duuhh,, rasanya pengen banget meluk dia dan ciumin pipinya yang tembem itu, tapi sayang hari ini aku ga bisa ketemu sama Nti, lagian rumah kami juga cukup jauh. Tapi ga apa-apalah, yang penting aku mau ngucapin met ultah buat adik kecilku...

btw,, kali ini aku dapet hadiah lagi dari temen-temen blogger. yups!! ga lain dan ga bukan award pastinya. Nti yang ultah tapi aku juga kecipratan hadiah neehh,, hehe... check it out:
dari mbak Fanda, mbak Reni, mas Rangga dan mbak Brencia:





dari mbak Fanny:



yang terakhir dari Roy dan Cloud:


yups! itu dia deretan awardnya,, moga ga ada award yg kelupaan aku pajang deh. thanks yah buat temen-temen yang bersedia ngelempar award buat aku. nah kalo masalah mo nerusin award ini aku juga bingung, soalnya kayaknya udah banyak yg dapet deh, jadi bagi kalian yang ngerasa belom dapet, sok atuh diambil aja mumpung gratis lho,, hehe... :)


p.s.: ngetik postingan yang simple ini bener-bener butuh waktu yang lama!! bahkan lebih lama dari sekedar buat cerpen,, inetnya lemot banget euy!! tapi ga apa-apa deh,, soalnya aku ditemani lagu yang tiba-tiba (tanpa sadar) terus berputar berulang kali dari winamp,, beneran deh aku ga nyadar sampe adek aku bilang: "kok lagu ini mulu sih yg diputer?",, hehehe.. heran deehh... but i think,, i just missing him so much,, hikz...
Lanjut yuukk..

Desember 15, 2009

(Hampir) Kehilangan Sinarnya...

Diposkan oleh YolizZ di 22:51 63 komentar Link ke posting ini

Malam ini jantungku berdetak sangat cepat,, bener-bener cepat,, debarannya sudah ga beraturan lagi. terus terang, jantungku ga bisa dibilang normal lagi kayak dulu, debarannya bisa dua kali lipat melebihi jantung orang normal, dan itu pun kalo aku sedang dalam keadaan normal, dalam arti ga gugup, ga takut, ga cemas, dsb. jadi kalo aku lagi ga ‘normal’ bayangin aja sendiri gimana kecepatan detakannya itu, saking cepatnya sampai-sampai aku kesulitan bernapas malam ini.

Seluruh tubuhku gemetar, dan nafas terasa sangat sesak, air mata pun ga kunjung berhenti mengalir... aku terus-menerus bertanya KENAPA?! kenapa semuanya terasa ga adil bagiku?! sama sekali ga adil!! Aku hanya dapat bertanya-tanya, apakah perasaanku sebegitu ga berharganya kah?!

Dari awal aku selalu merasa dipaksa ‘mundur’ olehnya, terus-menerus diuji kesabarannya, tapi aku selalu bersabar. meskipun harus ada butiran bening yang mengalir, meskipun aku harus merasa sesak, tapi aku tetap berusaha bertahan. rasanya seperti sedang berada di tepi jurang, dan aku hampir saja terpeleset terjatuh ke dalamnya...

Dan dengan satu dorongan lagi dari tangan ‘gadis’ itu, maka aku kan bener-benar terjatuh... apa kali ini aku akan terjatuh?! ku tatap wajah lelaki itu, hanya dia satu-satunya harapanku, hanya dia yang aku miliki saat ini, hanya dia yang dapat menolongku. sebelumnya aku merasa kuat berdiri di tempatku karena ada dia disisiku, ada dia yang menggenggam erat tanganku. tapi sekarang?! apakah lelaki itu sudi untuk mengulurkan tangannya lagi?!

Aku menatap lelaki itu dan tiba-tiba merasa takut... tiba-tiba aku takut jika mata itu memalingkan pandangannya, badannya memutar membelakangiku, dan perlahan-lahan kakinya akan melangkah meninggalkanku. meninggalkanku yang berdiri terpaku di tepi jurang itu. akankah seperti itu?! berlebihankah rasa takutku ini?! setelah apa yang terjadi malam ini, rasanya ketakutanku sama sekali ga berlebihan... aku tau suatu saat, cepat ato lambat keadaan seperti ini akan menghampiri.

Hhh... rasanya seperti sedang membaca novel yang aku sudah tau jelas endingnya seperti apa?! tapi aku terus membacanya dengan mengharapkan sebuah miracle, berharap dengan adanya kesabaran dan ketulusan semuanya akan berubah... bodohkah aku?! bodohkah jika kita mengharapkan sebuah keajaiban?! oke, silahkan bilang aku BODOH!! tapi aku mencintai lelaki itu!!

Setelah sekian lama aku menutup diri, bahkan pernah merasa bener-bener ‘males’ dengan sosok lelaki. aku mencoba membuka hati kepadanya. jangan tanya aku kenapa, karena ada begitu banyak alasan untuk mencintainya. tapi aku bukan mencintainya karena semua itu, bukan karena dia HEBAT, SMART, KREATIF, ato apalah namanya. yang aku tau, aku merasa nyaman. aku sangat suka dengan cara dia mengajariku, dia bisa menumbuhkan semangat lebih bagiku untuk terus belajar. aku suka sifat sensitif yang ada di dirinya, aku suka saat dia tau aku sedang resah dan dia bahkan tau apa yang membuatku resah walaupun aku ga mengucapkan sepatah kata pun.

Tapi malam ini?! entahlah apa yang sedang terjadi.. tapi keresahan yang kurasakan beberapa hari ini, dan ketakutanku selama beberapa bulan ini sepertinya benar-benar terjadi. I KNEW IT’S GONNA HAPPEN... tapi ga ada yang bisa aku lakukan, bibirku kelu untuk berbicara, otakku beku untuk berpikir, semuanya jadi serba salah. hanya tarikan nafas dan debaran jantung yang ga beraturan, serta jari-jariku yang sedang menari-nari di atas keyboard ini lah yang menandakan aku masih ‘hidup’ malam ini...

Jantung masih ga mau berkompromi, dan sepertinya aku ga akan bisa tidur malam ini. tapi Tuhan.. aku butuh tidur malam ini, aku butuh memejamkan mataku, aku ingin terlelap dan melupakan apa yang sudah terjadi. rasanya aku ingin tidur dan ga usah bangun lagi, ato bangun di saat semuanya sudah jauh lebih baik dari sekarang...

Malam makin larut,, rasanya aku ingin membuka jendela kamarku,, ingin melihat apakah ada ‘sinar’ di luar sana...?! tapi aku terlalu takut,, entah takut untuk melihat ataukah takut menghadapi kenyataan bahwa ‘sinar’ itu akan tertutup awan selamanya.....?!


p.s.: gambar diambil dari: http://langitselatan.com/2007/08/29/gerhana-bulan-bersama-langitselatan
Lanjut yuukk..

Desember 12, 2009

Sang Putri dan Ayahnya

Diposkan oleh YolizZ di 12:18 59 komentar Link ke posting ini
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.... Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak
boleh!". Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.... Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir... dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa.

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa
pun tersenyum bahagia.... Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.... Papa telah menyelesaikan tugasnya....



Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya ;)

Yes I love you so much, Pa...


- Michael Ballack Inc. -

=======================

Keterangan:
Copy Paste dari milis Yon III Unpar oleh H. Ismail Marzuki, SH



p.s.:
tulisan ini dikirim oleh sahabatku melalui message di FB.. dan aku langsung menangis terharu saat mambacanya,, hikz... just want to share with u all friends,, plis respect and love our parents...
Lanjut yuukk..

Desember 08, 2009

Is This Love?!

Diposkan oleh YolizZ di 21:23 55 komentar Link ke posting ini
“If you got an eerie feeling after hanging up the phone, sort of happy feeling but you’re not sure what it’s called...?”

Tiba-tiba lagu dari band Mocca itu terdengar di telingaku, dan entah kenapa pikiranku justru terjatuh pada sosok DIA!! Sekitar dua jam yang lalu dia menelponku, ga lama-lama banget siihh, cuma kira-kira sekitar 10 menit, itu pun karena ada hal yang bener-bener penting mo dibicarainnya langsung denganku.

Cuma gitu doang kok, ga lebih dan ga kurang. Tapi ANEHNYA kenapa dari dua jam yang lalu aku masih senyum-senyum ga jelas gini yah?! Bener-bener mirip dengan lagu Mocca yang aku denger itu. Aku simak lagi lagu yang mengalun dari winamp yg berputar di komputer kantor itu:
“if you got an eerie feeling after hanging up the phone
Sort of happy feeling but you’re not sure what it’s called

If you’re haunted by his face whenever you’re asleep at night
And think you hear his silly voice just calling out your name

Oh ,no! I think I’m in love with you..
Oh, no! I’m hoping you’ll want me too
So, please..don’t let me down!”

Sambil sedikit bernyanyi-nyanyi, aku tiba-tiba tersadar saat dibagian reff-nya: “oh no! I think I’m in love with you” WHAT?! Jatuh cinta?! Aiihh.. Setelah maag dan migrain, penyakit apalagi tuh yang bakalan menjangkitiku?! Rasanya ga mungkin banget deh aku jatuh cinta sama dia.

Emang sih aku kagum banget sama dia, dari cara dia bicara, pengetahuan dia, cara dia mengambil keputusan saat bekerja, bahkan aku suka banget dengan cara dia bekerja, dan dengan hasil kerjanya juga yang pastinya. Dan dibalik semua itu, dia adalah pribadi yang amat sangat hangat, baik, perhatian, smart (so pasti), dan hmmm.. berwibawa?! Soalnya dia itu ga pernah marah, tapi orang kok nurut aja yah tiap dia mengusulkan atau mengambil keputusan tertentu, hmm.. Apa itu yang namanya charming yah?! Well, aku ga tau tapi yang pasti dia charming banget buat aku!! Hihihi...

Oh iya, dibalik semua pekerjaan kantornya yang selalu berhubungan dengan bermacam-macam berkas yang harus ditanda tanganinya, dibalik laporan-laporan keuangan yang harus diperiksanya, percaya ga percaya ternyata dia adalah ANAK BAND!! Aku pernah mendengarnya dari Wita, teman satu divisiku di kantor. Awalnya sih aku kurang percaya, tapi katanya dia itu emang mantan anak band, bahkan bandnya dulu pernah menjuarai festival yang diadakan di kota kelahirannya, Surabaya. Di band posisinya adalah sebagai vokalis yang juga bermain gitar, see!! Aku bahkan seperti anak SMA yang lagi menggandrungi Pasha Ungu atau Ariel Peterpan!!

Wah, ini bener-bener gila dan ga wajar! Aku ga mungkin jatuh cinta kepadanya, dan terlebih lagi GA BOLEH!! Kenapa?! Hmm.. Karena.... ups! itu sang tokoh utama sudah datang, dia melihat ke arahku, raut wajahnya terlihat serius namun ramah dan teduh, dan dia bener-benar menghampiriku!! “Chika, laporan keuangannya sudah selesai?” tanyanya. “Oh iya, sebentar lagi”. “Kalo sudah selesai tolong langsung ditaruh di meja saya saja, soalnya saya ada keperluan di luar sebentar”. “Iya pak” jawabku singkat, dan ia langsung beranjak keluar dari kantor. Yups! Itu dia, Satrio Pramuaji Baskoro, atau aku biasa memanggilnya pak Rio, BOSKU!! Is this love?? Oh no!! Aku jatuh cinta dengan bosku! Bos gantengku!! Hihihi...

***

Apa yang aku tahu tentang Satrio Pramuaji Baskoro alias pak Rio alias bos gantengku itu?! Hmm... Setahu aku beda usia kami sekitar empat tahunan, berarti kira-kira umur dia 29 tahunan. Orangnya rendah hati banget, mantan vokalis band, jago maen gitar, dan suka banget sama buku!! Yups, aku tahu itu gara-gara pernah ga sengaja ketemu dia di sebuah toko buku. Awalnya aku agak ragu buat negur dia, tapi ternyata... Justru dia duluan yang negur aku, dan ramaaaahhh banget!! Bener-bener terkesan beda dari sikap dia yang cool saat di kantor. Dan yang bikin tambah seakan aku dinaungi dewi fortuna, dia tiba-tiba ngajak aku buat nongkrong di salah satu coffe shop yang ga terlalu jauh dari situ. Look! How lucky I am!! Dewi fortuna bener-bener sedang berpihak kepadaku saat itu, dan semoga dewi fortuna juga ngajak-ngajak temennya si cupid, hihihi...

Percaya ato engga, mulai dari sejak saat itu hubungan kami menjadi kian dekat, makin banyak yang aku tahu tentang dia, keluarganya, karir impiannya, obesesi terselubungnya untuk menjadi penulis, dan masih banyak lagi. Sebaliknya, dia juga jadi semakin mengenalku, tahu ambisi-ambisiku, tingkah-tingkah anehku, dan... tahu perasaanku....

“Chika, laporan keuangannya sudah?” suara itu kembali menyadarkanku dari lamunan, “Iya sudah pak” kataku sambil tersenyum. “Yaudah, kalo gituh aku tunggu diluar yah”, “Kok di luar? laporannya ga ditaruh di ruangan bapak seperti biasanya?” tanyaku. Sambil sedikit tertawa geli dia menjawab, “laporannya tetep ditaruh di ruanganku, tapi kamu ikut aku makan siang di luar yah”. Dan aku pun langsung mengangguk cepat sambil tersenyum. Ya, itulah dia. Satrio Pramuaji Baskoro, alias pak eh mas Rio, alias bos gantengku dan PACARKU!! Sekarang kalo kalian tanya lagi, is this love?! Aku bakal jawab: Yes, it is!!




p.s.:
dapet award dari Fitri neh, spongebob euy!! lucuuu..!! hehe,, thanks yah fit,, spongebobnya aku bagiin buat temen-temen semua neehh,, sok atuh diculik ajah,, hehe...


Lanjut yuukk..

Desember 01, 2009

Bingkisan

Diposkan oleh YolizZ di 19:19 69 komentar Link ke posting ini
Hai..!! seperti janji aku di postingan sebelumnya, kali ini aku mo majang award dulu dari temen-temen yang udah berbaik hati bagi-bagi award sama aku, check this out...

yang ini award dari mas Joddie dan bang Iwan



yang ini dari bang iwan dan kang sugeng





dan yang ini dari mbak Fanda



thanks a lot yah buat awardnya,, kira-kira masih ada yang kelupaan ga yah?! tolong diingetin yah kalo ada award yang belom aku pajang,, maklum pengaruh umur yang masih imut jadinya suka lupa *hueekkss* :p... sekarang aku mo bagiin semua award itu buat mas Joddie, Mbak Anaz, Nindya, Jonk (biar balik ngeblog lagi :p), buat mas Rio (biar mas Rio ga patah semangat dan terus berdoa serta berikhtiar,, we all pray for u mas..),, dan terakhir buat temen-temen yang udah meluangkan waktu mampir ke sini,, dicomot yah bingkisannya.. makasih.. ^^

oh ya,, di sini aku juga mo nyinggung dikit tentang dua cerpenku yang aku posting sebelumnya... hmm,, mungkin temen-temen banyak yang bingung yah,, kok yah aku tiba-tiba suka posting cerpen?! sebenernya sih aku lagi pengen belajar lebih aja. aku merasa suka dengan yang namanya tulis-menulis, aku ngerasa enjoy dan bener-bener ‘lepas’ saat aku sedang menulis, so.. kenapa aku ga belajar lebih aja?! itu yang ada dipikiranku..

tapi sayangnya,, ‘penyakit’ ga pede terkadang menjangkitiku,, jadinya tulisan-tulisanku mo itu puisi, cerpen, ato hanya sekedar coretan-coretanku pada akhirnya hanya tersimpan rapi di file komputer. aku ga berani mem-publish-nya, ga pede gitu lho.. tapi untungnya atas saran seseorang (yang mungkin udah gregetan juga kali yah ngeliat aku ga pede-an gituh,, hehe..) akhirnya aku memberanikan diri meng-klik publish cerpenku.. thanks for u,, terima kasih atas semangat, inspirasi, dan ‘pelajaran’ menulis yang aku dapet,, makasih banyak pokoknya... :)

aku sadar karya-karyaku bener-bener masih kurang di sana-sini,, nah maka dari itu aku jadi makin semangat buat belajar,, rasanya seperti pengen menggali harta karun deeh,, hihihi... *lebay* :p aku juga minta pendapat dari temen-temen blogger lainnya yah,, dan buat mbak Fanny dan mbak Nchi bagi-bagi resep nulis ceritanya doooongg... hehehe... :please:

okeh,, that’s all for today.. sekarang aku mo bertapa lagi neh nyari inspirasi buat bikin cerita lagi,, udah ada dua orang yang request,, hehe.. bye... :wave:
Lanjut yuukk..

November 26, 2009

Surat Cinta

Diposkan oleh YolizZ di 22:30 57 komentar Link ke posting ini
Malam beranjak kian larut. Hening, sangat hening rasanya. Aku sangat menyukai waktu tengah malam seperti ini, waktu di mana aku dapat bergulat dengan pikiran-pikiranku, dengan ide-ideku, dengan mimpi-mimpiku, dan dengan bayangan tentangnya...

Ku menghitung hari, hmmm... sudah hampir tiga bulan sejak kejadian itu, kejadian yang membuat dadaku terasa sesak. Kejadian yang membuatku meratapi kebodohanku selama ini. Percuma saja aku menyesali semua ini, toh waktu tidak akan berputar kembali. Jika dengan menangisi apa yang sudah terjadi dapat membuatnya kembali, maka aku merelakan air mataku kering untuknya. Tetapi aku tahu itu tidak akan pernah terjadi. Apa yang telah terjadi tidak akan pernah kembali lagi.

Jam di kamarku sudah menunjukkan pukul 02.30 dini hari, dan mata ini belum boleh terpejam. Tidak!! Tidak boleh terpejam! Masih ada yang harus aku lakukan terlebih dahulu. Aku tidak peduli meski detik-detik jarum jam seakan mengingatkan bahwa pagi kan segera datang, aku tidak peduli meski rasa sakit itu mulai terasa menyerangku. Ya, rasa sakit. Rasa sakit yang memang harus aku tanggung, rasa sakit yang harus aku lalui agar dapat bersamanya.

Mengapa aku mau menanggung rasa sakit ini?! tentu jawabannya karena aku mencintainya, dan saat ini aku sangat merindukannya. Sudah hampir tiga bulan aku tidak melihat wajahnya lagi, hampir tiga bulan aku tidak melihat senyum itu, hampir tiga bulan tidak ada lagi yang menjahiliku di kampus, dan hampir tiga bulan sosok yang kurindukan itu lenyap.

Aku sakit karena merindukannya, aku sakit karena tidak melihatnya, aku sakit hanya karena tidak mendengar suaranya. Aku telah sakit karenanya, jadi tidak masalah jika aku harus merasakan sedikit sakit lagi hanya untuk bersamanya. Lagipula sekarang aku dapat meredam rasa sakit itu dengan menulis, menulis, dan terus menulis... Menulis sebuah surat cinta untuknya yang mencintaiku.

Sudah hampir jam 03.00 pagi, aku semakin tidak sabar untuk bertemu dengannya. Rasa sakit itu semakin menjalar, genangan merah itu pun mulai membasahi lenganku, tapi tak mengapa... Aku telah selesai... Sungguh telah selesai... Surat itu telah ku buat, dan sekarang aku sedang bersiap untuk menyampaikan surat itu langsung kepadanya... Kepadanya di surga sana...

Hhh... Subuh sepertinya akan segera datang, tapi bagiku langit semakin gelap... Entahlah mengapa begitu, tapi sepertinya mataku sudah tidak mampu menerima cahaya mentari lagi, dan aku pun terlelap dalam kegelapan...

***

Keesokan paginya Ria hanya dapat menjerit histeris saat menemukan teman satu kost-annya meninggal bunuh diri. Darah terlihat mengalir dari pergelangan tangannya, menandakan Vira telah memotong pembuluh darahnya. Vira terdiam kaku di tempat tidurnya, sambil menggenggam sepucuk surat, sepucuk surat cinta yang terlambat ia sampaikan kepadanya, kepada seseorang yang telah mendahuluinya pergi...






p.s.:
cerita di atas cuma fiktif lho,, aku juga ga tau kenapa tiba-tiba bikin cerita yang agak ‘horor’ gituh... jadi jangan disangka aku mo bunuh diri yah!! hahaha... :ahaha: ga mungkin banget!! tapi kalo sedang merindukan seseorang.... hmmm... dari situlah inspirasinya :blush:

oh ya,, sebenernya mo majang award juga neh,, tapi berhubung setelah diintip awardnya tuh lumayan banyak,, jadi kayaknya di postingan selanjutnya aja yah,, ga papa kan temen-temen?! yang pasti bakal dipajang kok..

dan terakhir aku mo ngucapin Met Hari Raya Idul Adha.. Minal Aidin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan bathin... ciaaooo... :wave:
Lanjut yuukk..
 

Coretan Kehidupanku... Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal